Yogyakarta – Di balik hiruk pikuk kawasan timur Terminal Giwangan, tersimpan kisah haru seorang anak perempuan bernama Azizah yang harus memikul tanggung jawab besar di usia belia.
Sehari-hari, Azizah merawat sang ayah, Hermanto (56), yang mengalami benjolan di kepala. Tak hanya itu, ia juga mengurus adiknya yang masih berusia 5 tahun. Di saat anak-anak lain terlelap dalam dekapan orang tua, Azizah justru menghabiskan malam-malamnya di kamar kos sederhana dengan merawat ayahnya menggunakan tangan kecilnya.
Kondisi tersebut mengetuk hati banyak pihak. Melalui aksi kemanusiaan, Azizah bersama adiknya akhirnya dijemput oleh anggota kepolisian dari program bakti sosial untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
Kini, Azizah dan sang adik telah tinggal di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai yang dikelola oleh Ipda Ali Nur Suwandi. Di tempat tersebut, mereka akan mendapatkan pendampingan, perlindungan, serta akses pendidikan yang lebih baik agar dapat meraih masa depan yang cerah.
Sementara itu, sang ayah bertekad untuk tetap bekerja demi anak-anaknya. Ia berencana berjualan apa saja di sekitar lokasi panti asuhan agar tetap bisa dekat dengan Azizah dan buah hatinya.
Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan sosial serupa sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Bantuan dan uluran tangan akan terus diberikan guna membantu mereka yang berada dalam kondisi sulit.
Perhatian juga datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang turut memberikan bantuan sebesar Rp50 juta beserta perlengkapan dan kebutuhan anak-anak. Bantuan tersebut telah diterima oleh pihak yayasan untuk selanjutnya disalurkan kepada Azizah.
Kisah Azizah menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan, kasih sayang seorang anak kepada keluarga tetap tumbuh begitu besar. Kini, secercah harapan baru telah hadir, membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.